Kamis, 29 Maret 2018

Ancang ancang yang zonk

Game level 6
Math around us
by Afa Fachecha

Matematika dalam kehidupan sehari hari bisa juga berupa perencanaan.

Seperti kejadian yang baru saja kami alami.

Saya dan suami tergabung dalam satu komunitas, sefter jogja solo semarang. Beberapa waktu lalu merencanakan untuk melakukan acara baksos di Lapas Nusa Kambangan. Whuaaa sesuatu yang sangat baru buat saya. Belum pernah sekalipun saya menginjakan kaki ke bangunan Lembaga Pemasyarakatan mana pun bahkan untuk tujuan sosial.

Oke ide yang menarik. Maka mulailah kami membentuk team kecil untuk membahas persiapannya agar pelaksanaan menjadi lebih lancar nantinya.

Secara intern kamipun, saya dan suami mulai berembug tentang beberapa pilihan moda transportasi untuk keberangkatan. Selain menggunakan mobil pribadi (yang dinilai suami akan sangat melelahkan) ada pilihan transportasi umum lainnya seperti travel atau kereta. Akhirnya kami memilih kereta karena lebih nyaman.

Secara  perbandingan biaya, antara naik kereta dan mobil tidak terpaut banyak namun secara kenyamanan lebih nyaman kereta api. Okelah saya mulai melihat kalender untuk menandai hari yang dimaksud.

Cek cek lagi, ternyata tanggal keberangkatan kami bersamaan dengan longwiken yang ada di akhir bulan Maret ini. Maka saya mengusulkan ke suami untuk segera memesan tiket kereta dikota tujuan jauh jauh hari, mengingat pada waktu liburan panjang, tiket kereta selalu habis terjual.

Akhirnya dengan perhitungan tanggal jam dan hari keberangkatan kami memutuskan memilih kereta joglo kerto dan gaya baru malam selatan untuk kepulangan.

Lega karena tiket sudah ditangan.

Kembali berembug di group kecil tadi, ada yang sangat disayangkan. Hanya kurang dari 3 hari pihak Lapas Nusa Kambangan memberitahu kami semua bahwa pelaksanaan baksos tidak bisa dilakukan pada tanggal yang telah direncanakan sebelumnya karena sebuah alasan internal.

Hmmmmmm…..kuciwa boookkkk….penonton kuciwa boookkkk 😅😅😅😅 asli kecewa berat. Mengingat semua sudah dipersiapkan. Tapi sebelum kecewa bsrlarut larut ada hal logis yang harus segera dilakukan. Yaitu pembatalan tiket kereta api PP purwokerto-jogja, jogja -purwokerto.

Ketika pemesanan tiket kereta juga butuh waktu lama karena antrian yang mengular. Maka sama juga dengan proses pembatalannya. Pun kami harus sabar dengan antrian yang tak kalah panjangnya.

Dari proses pembatalan itu kami dikenakan pemotongan uang sebesar 25% dari harga masing masing tiket yang ada.

Baiklah….ternyata perencanaan yang sudah dilakukan jauh jauh haripun belum tentu mendapatkan hasil yang maksimal, bahkan zonk untuk kali ini.

#Hari 2
#Tantangan 10 Hari
#Level 6
#KuliahBundsay IIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 28 Maret 2018

Math around us

Game Level 6
Math around us
by Afa Fachecha

Yeaay game level 6 sudah mulai. Artinya sebentar lagi mulai akan libur….lho, kok liburnya yg ditunggu tunggu 😄😄😄😄

Level 6 kali ini belajar tentang menyadari penerapan matematika dalam kehidupan sehari hari.

Whuaaat ? Matematika ???

Langsung merinding deh eike saat ada kata MATEMATIKA 😁😁😁😁. Seperti berhadapan dengan mhomhook. Wkwkwkwk iyaaa tapi itu waktu sekolah dulu.

Namun saat di kelas Bundsay kali ini, kami berdiskusi tentang matematika begitu antusiasnya. Semua bahagia saat menemukan insight atas matematika dalam kehidupan kami sehari hari.

Seandainya dulu, mereka (para guru dan orangtua) paham bagaimana memperkenalkan basic matematika yang tepat pada kami, tentu tidak akan pernah ada kata mhomhok atas matematika.

Karena ternyata matematika itu FUN. Matematika itu adalah keseharian kita. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi hampir tidak ada yang tidak bersinggungan dengan matematika. Semuanya adalah penerapan ilmu matematika.

Bagaimana bisa matematika jadi sebuah trauma bagi saya saat sekolah dulu? Setiap memasuki jam pelajaran tersebut, dikepalaku seperti muncul bunyi musik backsound film film horor masa lalu...jeng jeng….kriiiikkkk….kriiiikkk...😅😅😅😅😅 maafkan atas kelebaian saya.

Matematika seperti sebuah mental block tersendiri buat saya saat itu. Padahal dalam penerapannya saya paling bisa diandalkan di keluarga. Bahkan hingga saat ini. Tapi kenapa nilai matematikaku paling berwarna diantara semua nilai mata pelajaran yang ada ?

Ternyata karena metode pengenalan dasar itu yang sangat penting untuk memahami matematika menjadi sesuatu yang FUN atau justru sebaliknya.

Karena kita semua sudah belajar bersama di bundsay, semoga kita juga bisa memperbaiki cara mengenalkan matematika dengan benar pada anak anak kita. Sehingga tidak ada lagi mental block pada matematika. Tidak ada lagi mhomhok berupa matematika.

Lets make fun with math guys

#Hari 1
#Tantangan 10 Hari
#Level 6
#KuliahBundsay IIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Selasa, 27 Maret 2018

Story telling 1

Mendengar cerita tentang teman temannya sesama vendor di suatu instansi, merasa miris sendiri.

Banyak dari mereka yang mulai tumbang satu persatu. Mereka yang dulunya sangat berjaya, namun kini hilang entah kemana.

Banyak hal yang jadi penyebabnya. Namun pada dasarnya adalah karena adanya perubahan. Ya perubahan iklim bisnis, perubahan pola transaksi yang dilakukan oleh institusi tersebut terhadap para vendor, perubahan peraturan peraturannya, dan lain lain.

Diluar sudah terjadi perubahan besar besaran, namun sebagian dari teman teman suami tetap pada pola bisnis model lama.

Gaya hidup juga jadi salah satu penyebabnya. Kalau dulu ada istilah besar pasak dari pada tiang, kalau saat ini, besar pengeluaran belanja untuk memenuhi life style dari pada pemasukan

Alhamdulillah masih diijinkan menjadi pengamat atas apa yang terjadi dilingkungan sekitar. Bukan sekedar untuk menyoraki kondisi mereka, namun lebih pada menjadikan semuanya itu sebagai ibroh atau pelajaran. Agar kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Gaya hidup yang boros tidak di imbangi dengan produktifitas yang tinggi. Lebih mengutamakan prestige dari pada fungsional membuat banyak orang terjebak pada pola hidup mewah. Malu kalau dilihat orang tampil sederhana membuat terseret pada pola berbelanja berlebih lebihan. Dan itu sangat tidak produktif terlebih untuk pelaku usaha menengah kebawah atau ukm

Sebagai istri seorang wiraswasta, sayapun merasa harus siap dan harus paham dengan kondisi real di lapangan seperti apa. Tidak hanya sebatas bahagia menerima hasil yang diberikan oleh suami dan kemudian berfoya foya.

Ibarat periuk, seorang wiraswasta harus punya cadangan logistik untuk dimasak dihari berikutnya, karena berbeda dengan para pegawai yang bisa mengandalkan jatah gajian beserta tunjangan tunjangannya.

Seorang wiraswasta harus lebih disiplin dalam mengatur keuangannya. Mana yang dipakai untuk usaha atau mengembangkan usaha, mana yang dipakai untuk kebutuhan sehari hari. Harus jelas dan tidak boleh tercampur. Itu pesan bussines coach kami kala itu.

Peran wanita/ istri dibelakang seorang bussinessman juga sangat menentukan. Belajar dari pengamatan selama ini. Sekalipun istri hanya ada dibelakang layar -istilah halusnya- tapi tetap harus paham kondisi pekerjaan yang sebenarnya. Itu bisa digali dengan cara terus menerus melakukan dialog mendalam dengan suami terkait pekerjaan, linkungan pekerjaan, perkembangan pekerjaan dan lain lain. Harus mau untuk terus belajar bersama. Karena itu juga untuk kemajuan hidup bersama.




Minggu, 25 Maret 2018

Air



Iya. Memang sedang ingin membahas tentang air. Air yang ada di luar diri, bahkan juga air atau cairan yang ada di dalam diri (tubuh).

Dalam penelitiannya, Dr Masaro Emoto menemukan fakta bahwa air dapat menyampaikan pesan yang ditujukan padanya. Artinya, air bisa merespon atas apa yang kita sampaikan padanya.


Air dapat berubah bentuk molekul molekulnya sesuai dengan apa yang disampaikan kepadanya.
Dia pernah menghadapkan air pada sebuah gambar, menstimulasi air dengan suara, dengan kata kata, dengan berbagai jenis musik.

Luar biasa, air memberikan respon baliknya.
Ketika air distimulasi dengan kalimat doa, maka molekul molekulnya berubah menjadi bentuk kristal segi enam yang indah. Namun ketika air distimulasi dengan kalimat kalimat yang tidak semestinya (kalimat kasar, hujatan, kemarahan) molekul air berubah menjadi hancur tak berbentuk
Gambar diatas adalah molekul air yang membentuk kristal indah setelah di bacakan doa.

Gambar diatas adalah bentuk molekul air yang diperdengarkan musik heavy metal.


Penelitian Dr. Masaro Emoto ini ternyata jauuuuh sebelumnya, sudah dipraktekkan oleh orang orang suku pedalaman di daerah Pacifik. Dalam sebuah artikel disebutkan, ada kebiasaan unik yang dilakukan oleh mereka saat akan menebang pohon besar dan tua di hutan pedalaman.

Ketika mereka hendak mengambil kayu dari hutan pedalaman untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, yang mereka lakukan -sebelum memotong/menggergaji pohon tersebut- adalah meneriaki pohon tersebut.

Ya...beberapa orang dewasa pemberani akan naik ke atas pohon tersebut dan secara beramai ramai mereka meneriaki pohon tersebut beberapa waktu, setiap hari terus menerus hingga masa 40hari. 

Ajaibnya, perlahan namun pasti, daun daun pohon tersebut mulai menguning, layu dan rontok.  Pohon pun secara bertahap memperlihatkan perubahan kondisi, menjadi layu, kering dan mati. Barulah masyarakat setempat menebangnya dan membawanya untuk keperluan mereka.

Contoh perilaku suku pedalaman di daerah Pacific menunjukkan bahwa, bahkan air atau cairan yang terkandung dalam tanaman besar itupun bereaksi dengan apa yang orang orang itu lakukan.

Dan sesungguhnya dalam setiap makhluk hidup mengandung air atau cairan seperti yang tertulis di Quran surat Al Anbiya :30

Kemudian...
Ingatkah juga, bahwa anak anak kita pun di dalam tubuhnya terdapat cairan atau air yang juga akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada disekitarnya. 

Masihkah teriakan keras itu terlontar padanya? Adakah kalimat makian itu tertuju padanya? Bahkan dia bukan sekedar kumpulan cairan semata, namun juga kumpulan syaraf kompleks yang akan sangat berpengaruh pada lingkungan sekitar dimana dia terbentuk. 




Kamis, 22 Maret 2018

Pola sejak bayi

Malam ini dapat dongengan lagi dari paksu tersayang, bersumber dari buku yang baru dibacanya.

Ada yang unik dari kebiasaan ibu ibu kita pada umumnya saat mengatasi anak anak mereka yang masih balita. Ketika balitanya mulai menangis dan belum mampu mengungkapkan kata kata, yang dilakukan hampir oleh banyak ibu adalah memberikannya asi, menyusui, memberikannya dot agar si anak diharapkan menjadi lebih tenang.

Tahukah bahwa itu adalah sebuah pola perilaku yang ternyata, kebanyakan orang terpola hingga masa dewasanya.

Ketika bayi menangis adalah sebuah ketidaknyamanan. Ada ketidaknyamanan yang dirasakan oleh si bayi, maka bayi menangis (sebagai bentuk komunikasi)
Problem solving yang diberikan oleh si ibu adalah memberinya sesuatu untuk masuk kedalam mulut. (Dalam hal ini asi atau dot)

Hal itu membentuk pola, bila tidak nyaman maka masukan sesuatu ke dalam mulut. Jika ada yang meresahkan maka masukkan sesuatu ke dalam mulut.

Ketika dewasa beranjak....

Saat merasa marah dan tidak bisa meluapkan kemarahannya, maka ada sebagian yang memilih untuk makan (memasukkan sesuatu ke dalam mulut). Saat situasi bisnis begitu menghimpit, stress suntuk ada yang melarikan rasa itu dengan menenggak minum minuman keras (memasukan sesuatu ke dalam mulut). Ketika galau putus cinta ada juga yang memilih menelan obat pil koplo untuk menghalau gusar hatinya (memasukkan sesuatu ke dalam mulut). Kalau diamati ternyata pola itu banyak kita jumpai disekitar kita.

Dan tahu kenapa....?


😊😊😊 ya karena pola kebiasaan yang sudah ditanamkan mamak kita sejak kita masih oek oek.

Hmmmm ternyata ada sebuah pola yg harus diputus rantainya agar tidak menjadi sebuah perilaku dan kebiasaan



Rabu, 21 Maret 2018

Batoer hill


This is called a million dollars view.

Dari atas jembatan gardu pandang ini bisa leluasa memandang sekeliling. Hamparan sawah hijau yang nampak seperti berlayer layer karena topografi tanahnya yang tidak rata.

Ini bukan diluarkota yang jauh dari rumah. Istilah jaman now, piknik tipis tipis 😁.

Lokasi ini masih di jogja, tepatnya Batoer hill yang berada di desa Putat Wonosari Gunungkidul.

Kalau dari arah jalan Jogja-Wonosari, maka desa wisata Putat ini berada disisi kiri setelah melewati Bukit Bintang di daerah Pyong Yang (red : Piyungan) 😁

Batoer hill ini sebetulnya adalah kawasan resort dan resto. Ada 10 bangunan resort kayu, yang nampak cozy dan bisa jadi pilihan bila ingin bermalam. Tersedia juga pool dengan pemandangan lepas bebas sejauh jangkauan mata. 

Namuun jika hanya ingin santai santai menikmati pemandangan sembari selfi selfi 😊, bisa memilih area restonya yang cukup luas dengan pilihan tempat yang berlevel. Tempat paling asyik adalah meja di depan ruang meeting karena hamparan pemandangannya tak tertutupi oleh bangunan apapun. Itu juga karena posisinya lebih tinggi dibanding lainnya.

Untuk pilihan menunya sebetulnya tidak terlalu spesifik khas daerah tersebut, ya just so so untuk masalah rasa.

Tapi bagiku yang teristimewa adalah (tetep) pemandangan alam yang ta bisa ditukar dengan serial drama korea apapun 😁😁😁

Bagiku alam seperti sumber energi baru yang dapat terserap oleh tubuh dan bisa dirasakan setelah selesai berkunjung.

Memandang alam terbentang luas seperti memancarkan energi keberlimpahan. 

Alam selalu memberi selalu melayani 😊











Selasa, 20 Maret 2018

Wake up blogger

😊😊😊 Hai hai.... Lama banget tidak bersua, apa kabarmu mindsketch ku.

Maaf membiarkanmu tertidur lama hingga lupa bahwa kupernah membuatmu ada 😊

Saat dirimu dibuat, pun masih susah terlintas apa yang hendak kutuang disini. Semua masih buntu. Hanya keberanian eh bukan...hanya keinginan tiru tiru dengan yang lainnya saja, maka dirimu kubuat.

Ga ngetrend kalo ga nge blog, katanya.

Akhirnya submitt lah diriku dengan mindsketchku. Namun setelah itu, aku hanya seperti orang yang ga tahu harus bagaimana denganmu. Lari meninggalkanmu begitu saja, teronggok disudut file diawan awan.


Hingga, sebuah game dimulai.


Game satu bergulir ke game yang lainnya, bergulir kembali ke game selanjutnya. Dimana masing masing levelnya dibutuhkan ketangkasan jurus tertentu 😁😁😁 untuk bisa lolos dari seleksi alam.

Butuh niat butuh tekad. Tanpa itu semua, rasanya tiap tiap game hanya akan menyumbangkan tambahan kerepotan dalam keseharian.

Ketika didasari oleh niat belajar, niat berubah ke arah yang lebih baik, maka game game yang disuguhkan layaknya anak tangga yang dihamparkan ke bawah, disiapkan untuk kita melangkah, manepakinya naik perlahan.

 Apa kaitannya game dengan bangunnya kembali mindsketchku?


 😁😁😁 game game itu telah membuatku nyandu. Sama persis seperti keponakanku yang menyandu game online. Setiap hari selalu ada waktu satu jam untuk bermasyuk ria bergaul dengan candunya (game online) Begitupun diriku.

 Dalam setiap gameku, diwajibkan melakukan report progres keluarga sesuai dengan tema per levelnya.

 Asyik dong?


 Ga asyik diawalnya, cuma bikin deg deg an dan berasa waktu cepat berjalan, setor tugas lagi, setor tugas lagi. Etapi karena itu adalah juga syarat mutlak kelulusan sebuah kelas yang diselenggarakan oleh IIP (next cerita ttg iip) maka mau tidak mau rantai berkarat yang ada di mental dan pikiran inipun sedikit demi sedikit terkikis rontok. Yang tadinya ngeluh setiap kali masuk jam setor tigas, berubah menjadi lebih cepat dalam jadwal pengumpulan. Yang biasanya nunda sampai besok, eh sekarang jadi bisa setor tugas tiap hari. Dan semuanya lebih banyak dalam bentuk tulisan.


 Tau kan artinya apaaah 😄😄😄😄 Dari yang gagap ga bisa nuang ide dalam bentuk tulisan, tapi di push terus menerus setiap hari untuk bisa setor laporan dalam model tulisan, maka ala bisa karena biasa 😊😊😊😊

 Seperti buku habit yang pernah dibaca dulu. Sebenarnya hampir tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Asal kita pernah sekali melakukan dan kemudian kegiatan itu akan direkam oleh otak disimpan sebagai sebuah pola, berikutnya hanyalah berjalan sesuai pola yang sudah ada.

 That's it.

 Hahahahhaha kok trus buka blog bu? 😊😊😊 hehehehe...ceritanya game level 5 sudah selesai, tapi keinginan nulis masih tetap melaju. Ndak lucu kaan kalo tetep setor link tugas padahal link form kelas sudah ditutup 😅😅😅😅 Ndak dikiro nganeh anehi hahahhahahha😄😄😄



Makanya mari kita lets go berdansa, menari, menyanyi, berekspresi dimareee.... Hai mindsketch ku....! Are you ready....