Malam ini dapat dongengan lagi dari paksu tersayang, bersumber dari buku yang baru dibacanya.
Ada yang unik dari kebiasaan ibu ibu kita pada umumnya saat mengatasi anak anak mereka yang masih balita. Ketika balitanya mulai menangis dan belum mampu mengungkapkan kata kata, yang dilakukan hampir oleh banyak ibu adalah memberikannya asi, menyusui, memberikannya dot agar si anak diharapkan menjadi lebih tenang.
Tahukah bahwa itu adalah sebuah pola perilaku yang ternyata, kebanyakan orang terpola hingga masa dewasanya.
Ketika bayi menangis adalah sebuah ketidaknyamanan. Ada ketidaknyamanan yang dirasakan oleh si bayi, maka bayi menangis (sebagai bentuk komunikasi)
Problem solving yang diberikan oleh si ibu adalah memberinya sesuatu untuk masuk kedalam mulut. (Dalam hal ini asi atau dot)
Hal itu membentuk pola, bila tidak nyaman maka masukan sesuatu ke dalam mulut. Jika ada yang meresahkan maka masukkan sesuatu ke dalam mulut.
Ketika dewasa beranjak....
Saat merasa marah dan tidak bisa meluapkan kemarahannya, maka ada sebagian yang memilih untuk makan (memasukkan sesuatu ke dalam mulut). Saat situasi bisnis begitu menghimpit, stress suntuk ada yang melarikan rasa itu dengan menenggak minum minuman keras (memasukan sesuatu ke dalam mulut). Ketika galau putus cinta ada juga yang memilih menelan obat pil koplo untuk menghalau gusar hatinya (memasukkan sesuatu ke dalam mulut). Kalau diamati ternyata pola itu banyak kita jumpai disekitar kita.
Dan tahu kenapa....?
😊😊😊 ya karena pola kebiasaan yang sudah ditanamkan mamak kita sejak kita masih oek oek.
Hmmmm ternyata ada sebuah pola yg harus diputus rantainya agar tidak menjadi sebuah perilaku dan kebiasaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar